Kontak |  Redaksi

Home / Opini

ANALISIS ISU KEKINIAN PERUBAHAN IKLIM DAN KESADARAN LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPS DI SEKOLAH DASAR

Redaksi · Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:48 WIB

ANALISIS ISU KEKINIAN PERUBAHAN IKLIM DAN KESADARAN LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPS DI SEKOLAH DASAR

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Konsep Dasar IPS SD

Nama : FIKRATUHA MUDRIKAH NIM: 856548423 Program Studi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Terbuka

ABSTRAK Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu bidang pembelajaran yang membantu siswa memahami kehidupan masyarakat dan hubungannya dengan lingkungan. Salah satu isu kekinian yang relevan dengan konsep dasar IPS adalah perubahan iklim dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Permasalahan tersebut berkaitan dengan aktivitas manusia, pola konsumsi, kondisi geografis, kegiatan ekonomi, serta tanggung jawab sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan isu perubahan iklim dan kesadaran lingkungan dengan materi Konsep Dasar IPS di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah artikel ilmiah dan sumber referensi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa isu lingkungan dapat dijadikan sumber belajar kontekstual untuk membantu siswa memahami hubungan manusia dengan lingkungan, interaksi sosial, kegiatan ekonomi, dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat. Oleh karena itu, pembelajaran IPS perlu dikembangkan melalui pengamatan lingkungan, diskusi, dan kegiatan nyata agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Konsep Dasar IPS, perubahan iklim, kesadaran lingkungan, sekolah dasar, pembelajaran kontekstual.

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang pembelajaran yang mempelajari kehidupan manusia dalam masyarakat serta hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Di sekolah dasar, pembelajaran IPS tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan tentang kehidupan sosial, tetapi juga membentuk sikap peduli, tanggung jawab, kerja sama, dan kemampuan berpikir kritis.

Dalam kehidupan saat ini, terdapat berbagai isu kekinian yang perlu mendapat perhatian, salah satunya adalah perubahan iklim dan masalah lingkungan. Perubahan pola cuaca, banjir, penumpukan sampah, serta pencemaran lingkungan menjadi permasalahan yang berhubungan dengan aktivitas manusia. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, penggunaan plastik sekali pakai, dan kurangnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dapat memperburuk kondisi lingkungan.

Permasalahan tersebut berkaitan erat dengan materi Konsep Dasar IPS SD, terutama konsep manusia dan lingkungan, interaksi sosial, kegiatan ekonomi, serta perubahan sosial. Sebagai contoh, kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah dipengaruhi oleh pengetahuan, kebiasaan, fasilitas, dan aturan yang berlaku di lingkungan mereka.

Penelitian mengenai penguatan nilai lingkungan melalui pembelajaran IPS menunjukkan bahwa pendidikan IPS dapat digunakan untuk menanamkan kepedulian lingkungan melalui kegiatan kontekstual, seperti memilah sampah dan membiasakan penggunaan produk ramah lingkungan (Febrianto dkk., 2026). Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPS sebaiknya tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga menghubungkan materi dengan permasalahan nyata di sekitar siswa.

Berdasarkan hal tersebut, artikel ini membahas bagaimana isu perubahan iklim dan kesadaran lingkungan dapat dianalisis menggunakan konsep dasar IPS serta diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa hubungan isu perubahan iklim dan kesadaran lingkungan dengan konsep dasar IPS SD?
  2. Bagaimana pembelajaran IPS dapat membantu siswa memahami permasalahan lingkungan?
  3. Apa upaya yang dapat dilakukan guru untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan pada siswa sekolah dasar? C. Tujuan Penulisan
  4. Menjelaskan hubungan isu perubahan iklim dan kesadaran lingkungan dengan materi Konsep Dasar IPS SD.
  5. Menganalisis permasalahan lingkungan dari sudut pandang IPS.
  6. Menjelaskan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kepedulian lingkungan siswa.

BAB II. PEMBAHASAN

A. Pengertian Konsep Dasar IPS di Sekolah Dasar Konsep Dasar IPS SD merupakan landasan untuk memahami berbagai peristiwa dan permasalahan dalam kehidupan masyarakat. IPS mengintegrasikan pengetahuan sosial yang berkaitan dengan geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi agar siswa mampu memahami hubungan antara manusia, masyarakat, dan lingkungannya. Dalam pembelajaran IPS, siswa diajak mengenal lingkungan tempat tinggal, memahami kegiatan ekonomi masyarakat, menghargai perbedaan, mempelajari perubahan kehidupan sosial, serta membangun tanggung jawab sebagai anggota masyarakat.

Oleh sebab itu, isu kekinian dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran karena siswa dapat menghubungkan materi yang dipelajari dengan peristiwa yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. B. Isu Kekinian: Perubahan Iklim dan Kesadaran Lingkungan Perubahan iklim merupakan perubahan pola iklim dalam jangka panjang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama peningkatan gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. Dampaknya dapat berupa perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, dan meningkatnya risiko beberapa kejadian cuaca ekstrem.

Di sisi lain, masalah sampah dan pencemaran lingkungan juga menjadi persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyumbat saluran air dan mencemari lingkungan. Sementara itu, pembakaran sampah dapat menimbulkan pencemaran udara.

Masalah tersebut tidak hanya berkaitan dengan ilmu pengetahuan alam. Ada pula aspek sosial, ekonomi, budaya, dan kebijakan masyarakat yang memengaruhi penyelesaiannya. Misalnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan tidak cukup diatasi dengan menyediakan tempat sampah, tetapi juga membutuhkan pendidikan, aturan yang jelas, fasilitas yang memadai, dan keterlibatan masyarakat. Dengan demikian, isu lingkungan merupakan contoh nyata yang dapat digunakan untuk menjelaskan keterkaitan berbagai konsep dalam IPS.

C. Analisis Isu Lingkungan Berdasarkan Konsep Dasar IPS

  1. Konsep manusia dan lingkungan Manusia membutuhkan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti air, makanan, udara bersih, dan tempat tinggal. Namun, aktivitas manusia juga dapat menimbulkan kerusakan lingkungan apabila tidak dilakukan secara bertanggung jawab. Dalam pembelajaran IPS, guru dapat mengajak siswa mengamati kondisi lingkungan sekolah, mengenali sumber sampah, dan mendiskusikan dampaknya. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa tindakan manusia memiliki akibat terhadap lingkungan dan kehidupan orang lain.

  2. Konsep interaksi sosial Masalah lingkungan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Siswa, guru, orang tua, petugas kebersihan, dan masyarakat mempunyai peran masing-masing dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai contoh, kegiatan Jumat Bersih dapat menjadi sarana untuk melatih kerja sama, gotong royong, komunikasi, dan tanggung jawab. Siswa juga belajar bahwa menyelesaikan masalah bersama membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh anggota kelompok.

  3. Konsep kegiatan ekonomi Kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi berkaitan dengan penggunaan sumber daya serta menghasilkan sampah. Contohnya, penjualan makanan dengan kemasan sekali pakai dapat meningkatkan jumlah sampah apabila kemasannya tidak dikelola dengan baik. Melalui materi kegiatan ekonomi, guru dapat mengajak siswa membandingkan penggunaan kemasan yang dapat digunakan kembali dengan kemasan sekali pakai. Siswa juga dapat belajar bahwa kegiatan ekonomi sebaiknya memperhatikan kebutuhan manusia sekaligus kelestarian lingkungan.

  4. Konsep geografi dan ruang Kondisi geografis memengaruhi kehidupan masyarakat dan jenis permasalahan lingkungan yang dihadapi. Daerah yang berada di dataran rendah, misalnya, dapat memiliki risiko banjir ketika terjadi hujan lebat, terutama jika drainase buruk dan saluran air tersumbat.

Siswa dapat mempelajari peta sederhana lingkungan sekitar, lokasi saluran air, tempat pembuangan sampah, serta daerah yang berpotensi tergenang. Kegiatan ini membantu siswa memahami hubungan antara lokasi, aktivitas manusia, dan kondisi lingkungan.

  1. Konsep perubahan sosial Perubahan sosial terjadi ketika kebiasaan, perilaku, atau pola kehidupan masyarakat mengalami perubahan. Kebiasaan membawa botol minum sendiri, memilah sampah, dan menggunakan tas belanja yang dapat dipakai kembali merupakan contoh perubahan perilaku yang mendukung kepedulian lingkungan.

Pembelajaran IPS dapat membantu siswa memahami bahwa perubahan sosial membutuhkan proses, keteladanan, pendidikan, dan partisipasi masyarakat. Perubahan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dapat membangun budaya peduli lingkungan. D. Penerapan Isu Lingkungan dalam Pembelajaran IPS SD Guru dapat menerapkan pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan persoalan sampah di lingkungan sekolah sebagai topik utama. Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan melalui beberapa tahap berikut.

  1. Mengidentifikasi masalah Guru mengajak siswa mengamati lingkungan sekolah dan mencatat jenis sampah yang ditemukan serta lokasi yang sering kotor.
  2. Mengumpulkan informasi Siswa berdiskusi mengenai penyebab masalah sampah, kebiasaan warga sekolah, dan dampak sampah terhadap kebersihan lingkungan.
  3. Menganalisis masalah Siswa menghubungkan hasil pengamatan dengan konsep manusia dan lingkungan, interaksi sosial, kegiatan ekonomi, dan perubahan sosial.
  4. Menyusun solusi Siswa mengusulkan solusi, seperti menyediakan tempat sampah terpilah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan membuat jadwal piket kebersihan.
  5. Melaksanakan tindakan Siswa melaksanakan kegiatan sederhana sesuai arahan guru, misalnya memilah sampah yang aman ditangani, membuat poster ajakan menjaga lingkungan, atau melakukan pengamatan kebersihan secara berkala.
  6. Melakukan refleksi Guru mengajak siswa mengevaluasi perubahan yang terjadi dan membahas kebiasaan yang perlu dipertahankan. Kegiatan tersebut menjadikan siswa sebagai peserta aktif dalam pembelajaran. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membimbing siswa mengamati, berpikir, berdiskusi, dan mengambil tindakan yang bertanggung jawab. E. Tantangan dalam Pelaksanaan Pembelajaran Penerapan pembelajaran IPS berbasis isu lingkungan menghadapi beberapa tantangan. Pertama, kesadaran lingkungan siswa belum tentu terbentuk secara merata karena kebiasaan yang diterapkan di rumah dan sekolah dapat berbeda. Kedua, keterbatasan fasilitas, seperti tempat sampah terpilah dan sarana pengolahan sampah, dapat menghambat pelaksanaan kegiatan. Ketiga, pembelajaran yang terlalu berfokus pada hafalan dapat membuat siswa sulit menghubungkan konsep IPS dengan kehidupan nyata. Keempat, guru perlu menyesuaikan kegiatan dengan usia dan kemampuan siswa. Siswa sekolah dasar membutuhkan contoh konkret dan kegiatan sederhana agar lebih mudah memahami persoalan yang kompleks. Untuk mengatasi tantangan tersebut, sekolah perlu memberikan keteladanan, membangun kebiasaan positif, melibatkan orang tua, serta memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Kegiatan juga harus disesuaikan dengan sarana yang tersedia agar dapat dilaksanakan secara aman dan berkelanjutan. F. Analisis Kritis Menurut analisis penulis, masalah lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya dengan meminta siswa membuang sampah pada tempatnya. Perilaku individu memang penting, tetapi ketersediaan fasilitas, sistem pengangkutan sampah, kebijakan sekolah, dan kebiasaan masyarakat juga memengaruhi keberhasilan pengelolaan lingkungan. Di sinilah pembelajaran IPS memiliki peran penting. IPS membantu siswa melihat masalah dari berbagai sudut pandang, bukan sekadar menilai seseorang sebagai penyebab masalah. Siswa perlu memahami penyebab, pihak yang terlibat, dampak, dan alternatif penyelesaian yang dapat dilakukan bersama. Sebagai contoh, apabila suatu lingkungan sering mengalami banjir, siswa tidak seharusnya langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya hanya sampah. Mereka perlu memahami bahwa banjir dapat dipengaruhi oleh curah hujan, kondisi drainase, penggunaan lahan, keadaan sungai, dan faktor lainnya.

Dengan demikian, pembelajaran IPS dapat melatih siswa berpikir kritis, menghargai pendapat orang lain, serta membedakan dugaan dengan fakta hasil pengamatan. Pembelajaran yang baik juga perlu menghindari pemberian tanggung jawab yang berlebihan kepada anak atas masalah lingkungan yang membutuhkan kebijakan dan kerja sama masyarakat luas.

BAB III. PENUTUP

A. Kesimpulan Isu perubahan iklim dan kesadaran lingkungan memiliki hubungan erat dengan materi Konsep Dasar IPS di sekolah dasar. Permasalahan lingkungan dapat dianalisis melalui konsep manusia dan lingkungan, interaksi sosial, kegiatan ekonomi, geografi, serta perubahan sosial. Pembelajaran IPS dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan melalui kegiatan pengamatan, diskusi, kerja kelompok, dan penyelesaian masalah nyata. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan berpikir kritis. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan pembelajaran IPS yang kontekstual dan sesuai dengan kehidupan siswa. Upaya menjaga lingkungan akan lebih bermakna apabila sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah turut berperan sesuai tanggung jawab masing-masing.

B. Saran Guru sebaiknya menghubungkan materi IPS dengan permasalahan nyata yang ditemukan di lingkungan sekitar siswa. Sekolah juga perlu membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan menyediakan fasilitas yang mendukung pengelolaan sampah. Selain itu, siswa perlu dibimbing agar mampu memahami penyebab suatu masalah secara kritis dan berpartisipasi dalam mencari solusi sederhana yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

DAFTAR PUSTAKA Febrianto, H. P. T., Setyowati, M., Syiraj, M. R., Arfiyanti, J. S., & Rohmah, S. K. (2026). Penguatan nilai lingkungan hidup melalui pembelajaran IPS di sekolah dasar sebagai kontribusi terhadap pencapaian SDGs dalam era globalisasi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 6(2), 2025–2032. https://doi.org/10.37081/jipdas.v6i2.4661 Intergovernmental Panel on Climate Change. (2023). Climate change 2023: Synthesis report. IPCC. https://www.ipcc.ch/report/ar6/syr/ Rahmawati, V., Setyowati, R. R. N., & Rachmadyanti, P. (t.t.). Membangun kesadaran sosial dan lingkungan siswa SD melalui pembelajaran berbasis isu nyata. Elementary School Journal PGSD FIP UNIMED. https://doi.org/10.24114/eshc8r97 Wulandari, M., Ramadani, K., Ferlita, J., Patlin, J., & Putri Ramadani, K. S. (2026). Pengembangan materi ajar konsep dasar IPS SD berbasis isu-isu kontemporer perubahan iklim dan kesadaran lingkungan. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(10), 6847–6851. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/8376 Referensi artikel ilmiah yang mendukung Kamu bisa membuka sumber berikut untuk membaca artikel aslinya dan melengkapi referensi tugas:

  1. Penguatan Nilai Lingkungan Hidup melalui Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar — membahas kepedulian lingkungan dan hubungan pembelajaran IPS dengan SDGs. Baca artikel jurnal.
  2. Membangun Kesadaran Sosial dan Lingkungan Siswa SD melalui Pembelajaran Berbasis Isu Nyata — membahas penggunaan persoalan nyata sebagai sumber pembelajaran. Baca artikel jurnal.
  3. Pengembangan Materi Ajar Konsep Dasar IPS SD Berbasis Isu-Isu Kontemporer Perubahan Iklim dan Kesadaran Lingkungan — paling dekat dengan tema artikel yang dibuat. Baca artikel jurnal.

#Artikel#Study