Pelaksanaan Kegiatan Kepramukaan sebagai Upaya Mengembangkan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa di SDN 007 Tanjung Penyembal, Kota Dumai

Dwi Oktaviani Alfitri
Penulis: Dwi Oktaviani Alfitri
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Terbuka, UPBJJ Pekanbaru.
Jl. Arifin Ahmad No. 111, Pekanbaru.
Email: dwiokta181007@gmail.com
ABSTRAK
Kegiatan Pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat membiasakan siswa menerapkan nilai karakter, terutama disiplin dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan Pramuka dalam mengembangkan karakter disiplin siswa di SDN 007 Tanjung Penyembal, Kota Dumai. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, pembina Pramuka, serta siswa pada 19 Oktober 2026. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan dilaksanakan setiap Sabtu pukul 14.00–17.00 WIB, meliputi tali-temali, baris-berbaris, morse, semaphore, perkemahan, dan api unggun. Penilaian mencakup SKU, ibadah, kehadiran, dan keterampilan siswa. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menaati aturan, mengikuti arahan pembina, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Kendala yang dihadapi meliputi izin orang tua untuk perkemahan dan minat terhadap ekstrakurikuler lain. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan yang konsisten serta kerja sama antara sekolah, pembina, dan orang tua agar kegiatan berjalan optimal.
Kata kunci: kepramukaan, karakter, disiplin, tanggung jawab, sekolah dasar.
ABSTRACT
Scouting is an extracurricular activity that helps students develop discipline and responsibility. This study describes scouting activities in developing students’ discipline at SDN 007 Tanjung Penyembal, Dumai City. A descriptive qualitative approach was used through observations and interviews with the principal, scout leader, and a student on October 19, 2026. The findings show that activities are held every Saturday from 2:00 p.m. to 5:00 p.m., including knot-tying, marching, Morse code, semaphore, camping, and campfires. Assessment covers SKU, worship, attendance, and students’ skills. These activities encourage students to follow rules, obey instructions, cooperate, and take responsibility. Challenges include parental permission for camping and interest in other extracurricular activities. Therefore, consistent guidance and cooperation among the school, scout leaders, and parents are important to ensure effective activities.
Keywords: scouting, character, discipline, responsibility, elementary school.
Pendahuluan
Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter yang baik, seperti disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kerja sama. Salah satu kegiatan yang dapat mendukung pembentukan karakter tersebut adalah kepramukaan. Melalui kegiatan Pramuka, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar menaati aturan, mengikuti arahan pembina, menyelesaikan tugas, serta bekerja sama dengan teman. Berbagai latihan, seperti Peraturan Baris-Berbaris (PBB), tali-temali, morse, dan semaphore, dapat menjadi sarana pembiasaan sikap disiplin dan tanggung jawab sejak usia sekolah dasar.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SDN 007 Tanjung Penyembal, Kota Dumai, kegiatan Pramuka dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 14.00–17.00 WIB, dengan kegiatan rutin berupa latihan keterampilan kepramukaan serta kegiatan tidak rutin seperti perkemahan dan api unggun. Pelaksanaan kegiatan ini masih menghadapi beberapa kendala, antara lain izin orang tua untuk mengikuti perkemahan dan adanya kegiatan ekstrakurikuler lain yang diminati siswa.
Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan kepramukaan serta perannya dalam mendukung pengembangan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa di SDN 007 Tanjung Penyembal, Kota Dumai.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan pelaksanaan kegiatan kepramukaan dalam mendukung pengembangan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa di SDN 007 Tanjung Penyembal, Kota Dumai. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2026 melalui observasi dan wawancara. Informasi diperoleh dari kepala sekolah, pembina Pramuka, dan siswa yang mengikuti kegiatan kepramukaan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan serta pengalaman siswa selama mengikuti kegiatan tersebut.
Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan informasi mengenai jadwal kegiatan, jenis latihan, sarana dan prasarana, penilaian siswa, serta kendala yang dihadapi. Selanjutnya, informasi disusun dalam bentuk uraian dan ditarik kesimpulan berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Analisis difokuskan pada peran kegiatan kepramukaan dalam mendukung pembiasaan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa di sekolah.
Hasil dan Pembahasan
Pelaksanaan Kegiatan Pramuka
Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka dilaksanakan setiap Sabtu pukul 14.00–17.00 WIB. Struktur kepengurusan melibatkan kamabigus, pembina, ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota. Kegiatan rutin mencakup tali-temali, baris-berbaris (PBB), morse, semaphore, dan sandi. Kegiatan nonrutin meliputi perkemahan, api unggun, serta kegiatan kreatif lainnya. Kegiatan tersebut dirancang untuk melatih keterampilan, komunikasi, kreativitas, dan kedisiplinan peserta didik.
Sekolah menyediakan sarana berupa tiga tenda Pramuka, 27 tongkat, 12 bendera semaphore, dan delapan tali. Lapangan sekolah juga digunakan untuk kegiatan baris-berbaris dan kegiatan luar ruang. Penilaian kegiatan dilakukan dengan mengacu pada Syarat Kecakapan Umum (SKU), ibadah, kehadiran, dan keterampilan yang diuji oleh pembina. Berdasarkan wawancara, sekolah juga memiliki sejumlah piala atau penghargaan, antara lain dari perlombaan PBB, semaphore, dan pentas seni.
Pembiasaan Karakter Disiplin
Karakter disiplin dikembangkan melalui kebiasaan mengikuti jadwal latihan, berbaris dengan tertib, menaati aba-aba, mengikuti arahan pembina, serta menyelesaikan kegiatan sesuai aturan. Model pembelajaran langsung dapat diterapkan dengan cara pembina menjelaskan aturan, memberi contoh perilaku yang benar, kemudian mengamati siswa saat mempraktikkannya. Pembina dapat memberikan penguatan atau teguran sesuai perilaku yang terlihat agar siswa memahami pentingnya disiplin.
Wawancara dengan peserta didik menunjukkan bahwa ia telah mengikuti Pramuka selama tiga tahun sejak kelas IV. Peserta didik menyukai kegiatan berkemah dan menyampaikan bahwa Pramuka membantunya belajar menjadi lebih disiplin dan berani serta mengikuti aturan. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka memberi pengalaman praktik bagi siswa untuk membiasakan perilaku disiplin, meskipun hasil tersebut belum dapat digeneralisasi kepada seluruh peserta didik karena informasi diperoleh dari satu peserta didik yang diwawancarai.
Kendala Pelaksanaan
Kendala yang disampaikan pihak sekolah dan pembina adalah sulitnya memperoleh izin orang tua untuk kegiatan perkemahan. Selain itu, minat sebagian siswa terbagi dengan kegiatan ekstrakurikuler lain, seperti silat dan tahfiz. Kendala tersebut dapat memengaruhi keterlibatan siswa dalam kegiatan Pramuka.
Sekolah dapat memperkuat komunikasi dengan orang tua mengenai tujuan, jadwal, dan aspek keamanan kegiatan, serta menyusun kegiatan yang menarik agar siswa terdorong mengikuti latihan secara konsisten.
Kesimpulan
Kegiatan Pramuka di SDN 007 Tanjung Penyembal dilaksanakan setiap Sabtu pukul 14.00–17.00 WIB melalui kegiatan rutin seperti tali-temali, PBB, morse, semaphore, dan sandi, serta kegiatan nonrutin seperti perkemahan dan api unggun. Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pembiasaan karakter disiplin melalui kepatuhan terhadap jadwal, aturan, dan arahan pembina.
Penilaian dilakukan berdasarkan SKU, ibadah, kehadiran, dan keterampilan. Pelaksanaan kegiatan masih menghadapi kendala izin orang tua untuk perkemahan dan persaingan minat dengan ekstrakurikuler lain. Konsistensi pembinaan serta komunikasi antara sekolah dan orang tua diperlukan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan dan pembentukan karakter disiplin siswa.
Ucapan Terima Kasih
Penulis menyampaikan terima kasih kepada Kepala Sekolah SDN 007 Tanjung Penyembal, pembina Pramuka, dan peserta didik yang telah bersedia memberikan informasi selama observasi dan wawancara. Terima kasih juga disampaikan kepada pihak-pihak yang mendukung penyusunan tulisan ini.
Daftar Pustaka
Republik Indonesia. (2010). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.



