Kontak |  Redaksi

Home / Opini

Banjir di Kota Dumai: Mengapa Sebagian Wilayah Terdampak, Sementara Wilayah Lain Tidak?

Redaksi · Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:36 WIB

Banjir di Kota Dumai: Mengapa Sebagian Wilayah Terdampak, Sementara Wilayah Lain Tidak?

Annisa Hairani

Oleh: Annisa Hairani

Banjir merupakan salah satu persoalan lingkungan yang masih perlu mendapat perhatian di Kota Dumai, Provinsi Riau. Ketika hujan deras berlangsung dalam waktu yang cukup lama, sejumlah wilayah dapat mengalami genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat. Namun, kondisi tersebut tidak selalu terjadi secara merata. Ada wilayah yang mengalami banjir, sementara wilayah lainnya tidak mengalami dampak yang sama. Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan: mengapa banjir dapat berdampak berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya?

Pertanyaan tersebut penting untuk dibahas karena banjir tidak selalu disebabkan oleh satu faktor. Kondisi geografis, intensitas hujan, kemampuan saluran drainase mengalirkan air, serta pasang air laut dapat saling berkaitan. Oleh karena itu, memahami persoalan banjir perlu dilakukan dengan melihat karakteristik setiap wilayah, bukan hanya berdasarkan anggapan umum.

Kondisi Geografis dan Tantangan Banjir di Dumai

Kota Dumai memiliki karakteristik geografis yang perlu diperhatikan dalam memahami persoalan banjir. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Dumai, wilayah Dumai mencakup kawasan pesisir di bagian utara dan dataran yang lebih tinggi di bagian selatan. Perbedaan karakteristik wilayah ini menjadi salah satu hal yang relevan ketika membahas aliran air dan potensi genangan.

Sebagai kota yang berada di kawasan pesisir, Dumai juga menghadapi kemungkinan pengaruh pasang air laut pada lokasi tertentu. Ketika air laut pasang bersamaan dengan hujan deras, aliran air dari daratan menuju laut dapat mengalami hambatan, bergantung pada kondisi saluran dan perbedaan ketinggian air. Meski demikian, pengaruh tersebut perlu diperiksa berdasarkan kondisi masing-masing lokasi dan tidak dapat dianggap sebagai penyebab setiap kejadian banjir.

Informasi mengenai banjir di Dumai pada September 2026 memperlihatkan bahwa hujan dan pasang air laut memang dapat berkaitan dengan genangan di wilayah tertentu. Media Center Kota Dumai, misalnya, memberitakan peninjauan genangan yang berkaitan dengan hujan dan banjir rob di Kelurahan Ratu Sima pada 30 September 2026. Informasi ini menunjukkan pentingnya memperhatikan faktor alam dan kondisi wilayah secara bersamaan.

Drainase dan Pengelolaan Lingkungan Juga Perlu Diperhatikan

Selain kondisi geografis, sistem drainase merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko genangan. Drainase berfungsi mengalirkan air agar tidak menumpuk di jalan maupun kawasan permukiman. Jika saluran tersumbat, mengalami pendangkalan, atau tidak terhubung dengan baik, aliran air dapat terganggu.

Dalam pemberitaan pada 12 September 2026, Media Center Kota Dumai menyampaikan bahwa banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi menggenangi sejumlah wilayah, termasuk Teluk Binjai, Buluh Kasap, STDI, dan Ratu Sima. Pemerintah juga melaporkan adanya drainase yang tidak berfungsi secara normal akibat sumbatan sampah dan tanah. Beberapa saluran bahkan dilaporkan belum terhubung atau belum dibangun.

Informasi tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan drainase merupakan salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam penanganan banjir. Namun, temuan itu tidak berarti bahwa seluruh wilayah yang mengalami banjir memiliki masalah drainase yang sama. Setiap lokasi perlu diperiksa untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya genangan.

Menurut saya, penanganan banjir akan lebih tepat jika didasarkan pada kondisi nyata di lapangan. Pemerintah perlu memetakan lokasi yang sering tergenang, mengevaluasi kapasitas dan keterhubungan saluran air, serta memeriksa kemungkinan pengaruh pasang laut. Dengan begitu, penanganan yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Mengapa Dampak Banjir Berbeda di Setiap Wilayah?

Perbedaan dampak banjir dapat dipengaruhi oleh beberapa keadaan. Wilayah dengan permukaan tanah lebih rendah, misalnya, dapat menghadapi risiko genangan yang berbeda dari wilayah yang lebih tinggi. Begitu pula kawasan dengan saluran air yang lancar dapat memiliki kondisi berbeda dari kawasan yang drainasenya kurang memadai.

Intensitas dan lamanya hujan juga perlu diperhatikan. Ketika air hujan yang masuk ke suatu kawasan lebih banyak daripada kemampuan saluran untuk mengalirkannya, genangan dapat terjadi. Di kawasan pesisir tertentu, kondisi pasang laut juga dapat memengaruhi aliran air. Selain itu, keadaan sungai, penggunaan lahan, dan perkembangan permukiman dapat menjadi bagian dari kajian untuk memahami risiko banjir.

Penjelasan tersebut merupakan kemungkinan yang perlu diuji, bukan kesimpulan bahwa semua faktor tersebut pasti terjadi di setiap lokasi banjir di Dumai. Untuk mengetahui penyebab yang lebih tepat, diperlukan data lapangan, pemetaan wilayah terdampak, serta informasi mengenai curah hujan, pasang surut, dan kondisi drainase.

Menurut saya, pemerintah dan masyarakat perlu melihat persoalan ini secara lebih menyeluruh. Daripada hanya bertanya mengapa banjir terjadi, kita juga perlu mempertanyakan mengapa suatu lokasi lebih rentan dibandingkan lokasi lainnya dan tindakan apa yang paling sesuai untuk mengurangi risikonya.

Penanganan Banjir Membutuhkan Kerja Sama

Penanganan banjir tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Pemerintah memiliki peran penting dalam pemeliharaan drainase, perbaikan infrastruktur, pemetaan daerah rawan genangan, dan penyediaan informasi kepada masyarakat. Penanganan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika banjir sudah terjadi.

Masyarakat dapat berperan dengan menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke saluran air, serta melaporkan apabila ditemukan drainase tersumbat atau kerusakan yang berpotensi mengganggu aliran air. Kegiatan gotong royong juga dapat mendukung upaya menjaga lingkungan, selama dilakukan dengan aman dan sesuai kebutuhan.

Di samping itu, informasi dari warga yang tinggal di lokasi terdampak dapat membantu pemerintah memahami pola genangan yang terjadi. Catatan mengenai waktu terjadinya banjir, lama genangan, dan kondisi air ketika hujan atau pasang laut dapat menjadi bahan awal untuk pemeriksaan lebih lanjut. Informasi tersebut tetap perlu dilengkapi dengan data teknis agar penyebab banjir tidak ditentukan hanya berdasarkan dugaan.

Banjir sebagai Persoalan Bersama

Dari sudut pandang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), banjir bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan hubungan manusia, lingkungan, dan kehidupan masyarakat. Banjir dapat mengganggu perjalanan, kegiatan belajar, pekerjaan, serta aktivitas ekonomi warga. Dampaknya pun dapat berbeda sesuai dengan kondisi wilayah dan kemampuan masyarakat menghadapi gangguan tersebut.

Menurut saya, hal yang perlu diperkuat adalah cara kita memahami persoalan banjir secara kritis dan berdasarkan fakta. Kita tidak seharusnya langsung menyalahkan masyarakat, pemerintah, atau faktor alam tanpa memeriksa bukti yang tersedia. Sebaliknya, diperlukan kerja sama untuk mengidentifikasi penyebab, menentukan prioritas penanganan, dan mengevaluasi hasil upaya yang telah dilakukan.

Banjir di Kota Dumai menjadi pengingat bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi setempat. Dengan dukungan data yang tepat, perbaikan infrastruktur, kepedulian masyarakat, dan koordinasi yang berkelanjutan, risiko serta dampak banjir diharapkan dapat dikurangi. Pada akhirnya, memahami penyebab banjir secara tepat merupakan langkah awal untuk membangun lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Daftar Referensi

  1. Badan Pusat Statistik Kota Dumai. (2025). Kota Dumai Dalam Angka 2025. https://dumaikota.bps.go.id/id/publication/2025/02/28/9bbe59906f5fcc33a39c6544/dumai-municipality-in-figures-2025.html

  2. Media Center Kota Dumai. (2026, 12 September). Banjir Menggenangi Beberapa Titik di Kota Dumai, Pemko Upayakan Aliran Drainase Berjalan Lancar. https://mediacenter.dumaikota.go.id/berita/baca/3286/banjir-menggenangi-beberapa-titik-di-kota-dumai-pemko-upayakan-aliran-drainase-berjalan-lancar-nbsp

  3. Media Center Kota Dumai. (2026, 30 September). Hujan dan Banjir Rob Picu Genangan, Wali Kota Dumai Tinjau Langsung Kondisi Banjir di Kelurahan Ratu Sima. https://mediacenter.dumaikota.go.id/berita/baca/3320/hujan-dan-banjir-rob-picu-genangan-wali-kota-dumai-tinjau-langsung-kondisi-banjir-di-kelurahan-ratu-sima

  4. Husaini, R. R., Yazid, M., & Kurniawan, S. R. (2024). Pemetaan Wilayah Kerawanan Banjir di Kota Dumai Berdasarkan Data Curah Hujan dan Pasang Surut. Musamus Journal of Civil Engineering. https://doi.org/10.35724/mjce.v7i02.7112

#Artikel#Study

Berita Terkait