Kontak |  Redaksi

Home / Opini

Dampak Kabut Asap di Kota Dumai terhadap Kehidupan Sosial dan Pendidikan Siswa Sekolah Dasar

Redaksi · Jumat, 23 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dampak Kabut Asap di Kota Dumai terhadap Kehidupan Sosial dan Pendidikan Siswa Sekolah Dasar

Nisha Hariyanti

Nama: Nisha Hariyanti NIM: 877571975

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ PEKANBARU

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Konsep Dasar IPS di SD

Lingkungan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam kegiatan pendidikan. Lingkungan yang bersih dan sehat dapat mendukung aktivitas masyarakat serta membantu siswa belajar dengan nyaman. Namun, ketika terjadi pencemaran lingkungan, kehidupan sehari-hari masyarakat dapat terganggu. Salah satu permasalahan lingkungan yang terjadi di Kota Dumai, Provinsi Riau, adalah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Pada Oktober 2026, kabut asap di Kota Dumai semakin mengganggu aktivitas masyarakat. Berdasarkan pemberitaan Metro TV pada 17 Oktober 2026, kondisi kualitas udara yang memburuk menyebabkan pemerintah menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa masalah lingkungan tidak hanya berkaitan dengan alam, tetapi juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan pendidikan. Oleh karena itu, fenomena kabut asap dapat dijadikan bahan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar agar siswa memahami hubungan antara manusia dan lingkungan.

deskripsi gambar

Dampak Kabut Asap terhadap Kehidupan Masyarakat

Kabut asap dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja, bepergian, hingga menjalankan kegiatan pendidikan. Kualitas udara yang buruk juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti batuk, iritasi mata, dan gangguan pernapasan.

Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan dari paparan asap. Dalam pemberitaan pada 17 Oktober 2026, Metro TV melaporkan bahwa seluruh jenjang pendidikan di Dumai menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai langkah untuk melindungi kesehatan peserta didik.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kerusakan lingkungan dapat menimbulkan dampak yang luas. Masalah yang berawal dari kebakaran hutan dan lahan dapat memengaruhi kesehatan, aktivitas ekonomi, hubungan sosial, serta kegiatan belajar masyarakat.

Hubungan Fenomena Kabut Asap dengan Pembelajaran IPS

Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar tidak hanya membahas kehidupan masyarakat, tetapi juga membantu siswa memahami hubungan antara manusia dan lingkungan. Fenomena kabut asap di Dumai dapat digunakan sebagai contoh nyata agar siswa lebih mudah memahami materi yang dipelajari.

Melalui peristiwa ini, guru dapat menjelaskan beberapa konsep IPS, seperti interaksi manusia dengan lingkungan, aktivitas sosial masyarakat, tanggung jawab bersama, serta dampak kegiatan manusia terhadap alam.

Guru juga dapat mengajak siswa berdiskusi mengenai penyebab kebakaran hutan dan lahan, dampak kabut asap bagi masyarakat, serta tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan. Dengan demikian, pembelajaran IPS menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa dan tidak hanya berfokus pada teori dalam buku.

Peran Guru dalam Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan

Guru memiliki peran penting dalam membentuk sikap peduli lingkungan sejak dini. Melalui pembelajaran IPS, guru dapat mengajak siswa memahami bahwa lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di sekolah antara lain mengajak siswa membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, menghemat penggunaan kertas, serta membuat poster tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Guru juga dapat memberikan contoh sederhana mengenai akibat membakar sampah sembarangan dan pentingnya melaporkan potensi kebakaran kepada orang dewasa atau pihak berwenang. Kegiatan tersebut membantu siswa memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, siswa dapat diajak berdiskusi mengenai dampak kabut asap terhadap anak-anak, keluarga, dan kegiatan belajar. Melalui diskusi tersebut, siswa diharapkan mampu mengembangkan sikap peduli, tanggung jawab, kerja sama, dan menghargai kesehatan orang lain.

Penutup

Kabut asap di Kota Dumai pada Oktober 2026 menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan dapat berdampak langsung terhadap kehidupan sosial dan pendidikan siswa Sekolah Dasar. Gangguan kualitas udara tidak hanya memengaruhi kesehatan masyarakat, tetapi juga menyebabkan perubahan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Fenomena ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran IPS untuk mengenalkan hubungan antara manusia dan lingkungan, tanggung jawab sosial, serta pentingnya kerja sama dalam menghadapi masalah bersama. Guru dapat menghubungkan peristiwa nyata tersebut dengan kegiatan sederhana yang menumbuhkan kepedulian lingkungan pada siswa.

Dengan pembelajaran IPS yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu menerapkan perilaku peduli lingkungan. Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar tercipta kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan nyaman.

Daftar Pustaka

Metro TV. (2026, 17 Oktober). Diselimuti Kabut Asap, Seluruh Sekolah di Dumai Terapkan PJJ. Metro TV News. https://www.metrotvnews.com/play/kWDCmezx-diselimuti-kabut-asap-seluruh-sekolah-di-dumai-terapkan-pjj

Radio Republik Indonesia (RRI). (2026, Oktober). Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Dumai Terapkan PJJ. RRI. https://rri.co.id/bengkalis/regional/2815277/kabut-asap-memburuk-sekolah-di-dumai-terapkan-pjj

#Artikel#Study

Berita Terkait