Kontak |  Redaksi

Home / Opini

Kabut Asap di Kota Dumai: Isu Lingkungan dan Implementasi Konsep Dasar IPS SD

Redaksi · Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Kabut Asap di Kota Dumai: Isu Lingkungan dan Implementasi Konsep Dasar IPS SD

Siti Masyuni

Penulis: Siti Masyuni NIM: 856552147 Program Studi: S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Terbuka

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Konsep Dasar IPS di SD.

INTISARI

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu persoalan lingkungan yang dirasakan masyarakat Kota Dumai, Riau. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada kegiatan belajar siswa. Pada Oktober 2026, sekolah-sekolah di Dumai sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh akibat kondisi kabut asap.

Artikel ini bertujuan mengkaji persoalan kabut asap melalui konsep dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar (SD), khususnya mengenai hubungan manusia dengan lingkungan. Penulisan menggunakan metode studi pustaka dengan memanfaatkan sumber pembelajaran IPS serta informasi mengenai kondisi kabut asap di Dumai. Menurut penulis, pembelajaran IPS dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan kesadaran siswa bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

1. PENDAHULUAN

Kota Dumai merupakan salah satu wilayah di Provinsi Riau yang menghadapi persoalan kabut asap. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama anak-anak yang harus beraktivitas di luar rumah. Kabut asap juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Dampak kabut asap turut dirasakan dalam bidang pendidikan. Ketika kualitas udara memburuk, kegiatan belajar tatap muka dapat terganggu sehingga sekolah perlu mengambil langkah untuk melindungi peserta didik. Pemerintah Kota Dumai juga melakukan upaya mitigasi, salah satunya melalui pembagian masker kepada masyarakat.

Persoalan kabut asap tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga berhubungan dengan berbagai aspek kehidupan. Dalam pembelajaran IPS, masalah ini dapat dikaji melalui sudut pandang geografis, sosial, ekonomi, serta pemerintahan. Dengan demikian, kabut asap dapat menjadi contoh nyata untuk membantu siswa memahami hubungan antara manusia, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.

2. METODE PENULISAN

Artikel ini menggunakan metode studi pustaka. Sumber yang digunakan meliputi Buku Materi Pokok Konsep Dasar IPS SD Universitas Terbuka serta informasi dari berbagai sumber berita dan pemerintah mengenai kondisi kabut asap di Kota Dumai.

Data dianalisis secara deskriptif dengan menghubungkan persoalan kabut asap dengan konsep dasar IPS SD. Melalui pendekatan ini, penulis berupaya menjelaskan keterkaitan antara permasalahan lingkungan dan kehidupan masyarakat serta penerapannya dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hakikat IPS dan Masalah Kabut Asap

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mempelajari kehidupan manusia dalam lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, kabut asap dapat dijadikan contoh nyata dalam pembelajaran IPS. Siswa tidak hanya mempelajari lingkungan melalui buku, tetapi juga dapat memahami bagaimana kerusakan lingkungan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Menurut penulis, pembelajaran yang mengangkat persoalan di sekitar siswa akan lebih mudah dipahami karena materi yang dipelajari dapat dihubungkan dengan kondisi nyata. Melalui pembahasan kabut asap, siswa dapat mengenali penyebab permasalahan lingkungan, memahami dampaknya, serta mempelajari langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Kabut Asap Ditinjau dari Berbagai Konsep IPS

Persoalan kabut asap dapat dikaji melalui beberapa bidang kajian yang berkaitan dengan IPS.

1. Geografi

Dalam perspektif geografi, kabut asap berkaitan dengan kondisi wilayah, cuaca, arah angin, dan penyebaran asap dari satu wilayah ke wilayah lainnya. BPBD Dumai pada Oktober 2026 menyampaikan bahwa kabut asap yang dirasakan di Dumai diduga berasal dari wilayah di luar kota dan terbawa angin. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat melampaui batas administratif suatu daerah.

2. Sosiologi

Dari sudut pandang sosiologi, kabut asap berkaitan dengan perilaku manusia dan kehidupan sosial masyarakat. Kebiasaan membakar lahan secara sembarangan dapat menimbulkan dampak yang lebih luas, termasuk mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak dini.

3. Ekonomi

Dalam bidang ekonomi, persoalan kabut asap berkaitan dengan aktivitas masyarakat dan perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam. Pengelolaan lahan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan berpotensi menimbulkan kerugian ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan. Dampaknya dapat dirasakan melalui terganggunya aktivitas ekonomi dan produktivitas masyarakat.

4. Politik dan Pemerintahan

Dari perspektif pemerintahan, penanganan kabut asap berkaitan dengan upaya pencegahan karhutla, penyampaian informasi kepada masyarakat, serta pengambilan kebijakan ketika kualitas udara memburuk. Peran pemerintah diperlukan untuk melindungi masyarakat sekaligus mendorong berbagai pihak agar turut menjaga lingkungan.

5. Psikologi Sosial

Dalam kehidupan sosial, kabut asap dapat memengaruhi perilaku masyarakat dalam menghadapi situasi yang berisiko terhadap kesehatan. Contohnya adalah saling mengingatkan untuk menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta mengikuti imbauan pemerintah ketika kondisi udara tidak sehat. Sikap saling peduli tersebut merupakan bagian dari perilaku sosial yang penting untuk dikembangkan.

Dampak Kabut Asap terhadap Pendidikan

Salah satu dampak kabut asap yang dekat dengan kehidupan siswa adalah terganggunya kegiatan pendidikan. Ketika kondisi udara memburuk, siswa tidak dapat mengikuti aktivitas belajar seperti biasanya. Di Dumai, seluruh jenjang pendidikan sempat diarahkan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh sebagai bentuk perlindungan terhadap peserta didik.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan. Oleh karena itu, siswa sekolah dasar perlu mendapatkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Guru dapat mengaitkan isu kabut asap dengan kegiatan pembelajaran sederhana. Misalnya, siswa diminta mencari informasi mengenai penyebab kabut asap, membuat poster pencegahan karhutla, berdiskusi tentang dampaknya terhadap masyarakat, atau menyusun kampanye sederhana mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mempelajari konsep IPS secara teoritis, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Pembelajaran diharapkan mampu membantu siswa memahami bahwa tindakan manusia dapat memengaruhi kondisi lingkungan dan kehidupan orang lain.

4. KESIMPULAN

Kabut asap di Kota Dumai merupakan persoalan lingkungan yang tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memengaruhi aktivitas sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat. Persoalan ini dapat dijadikan contoh nyata dalam pembelajaran Konsep Dasar IPS SD karena memiliki keterkaitan dengan geografi, sosiologi, ekonomi, pemerintahan, dan kehidupan sosial masyarakat.

Menurut penulis, pembelajaran IPS seharusnya tidak hanya berfokus pada hafalan konsep. Guru dapat memanfaatkan persoalan yang terjadi di sekitar siswa sebagai bahan pembelajaran agar mereka mampu memahami permasalahan lingkungan sekaligus mengembangkan kepedulian untuk ikut menjaganya.

Dengan demikian, pembelajaran IPS di sekolah dasar dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan, memperkuat kepedulian sosial, dan membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan serta kehidupan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Metro TV. (2026). Diselimuti Kabut Asap, Seluruh Sekolah di Dumai Terapkan PJJ.

Pemerintah Kota Dumai. (2026). Mitigasi Dampak Kabut Asap, BPBD Bersama Agent of Change Pertamina RU II dan DPD KNPI Dumai Bagikan 1.000 Masker N95.

Supriatna, N., & Sapriya. (2023). Konsep Dasar IPS SD PDGK4107 Modul 1–9. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

#Artikel#Study

Berita Terkait