Kontak |  Redaksi

Home / Opini

PENERAPAN PEMBELAJARAN IPS BERBASIS LINGKUNGAN SEKITAR UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SOSIAL DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN SISWA SEKOLAH DASAR

Redaksi · Jumat, 23 Oktober 2026 | 21:03 WIB

PENERAPAN PEMBELAJARAN IPS BERBASIS LINGKUNGAN SEKITAR UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SOSIAL DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN SISWA SEKOLAH DASAR

Aina Sofhi Fahira

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Konsep Dasar IPS SD

Nama: Aina Sofhi Fahira NIM: 856545284 Program Studi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Institusi: Universitas Terbuka

ABSTRAK

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami kehidupan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Namun, pembelajaran IPS masih menghadapi tantangan apabila terlalu berfokus pada buku teks dan hafalan materi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar melalui kegiatan pengamatan secara langsung.

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan pembelajaran IPS berbasis lingkungan sekitar dalam meningkatkan pemahaman sosial dan kepedulian lingkungan siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji artikel ilmiah dan dokumen pendidikan yang relevan.

Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan untuk mempelajari kondisi geografis, kegiatan ekonomi, interaksi sosial, serta permasalahan lingkungan. Melalui kegiatan pengamatan, diskusi, dan penyampaian hasil pengamatan, siswa diharapkan lebih mudah memahami materi dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan pembelajaran IPS yang kontekstual, aktif, dan sesuai dengan kondisi lingkungan siswa.

Kata kunci: pembelajaran IPS, sekolah dasar, lingkungan sekitar, pengamatan, kesadaran sosial.

A. PENDAHULUAN

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu bidang pembelajaran yang penting dalam pendidikan dasar. Melalui pembelajaran IPS, siswa tidak hanya mempelajari kehidupan masyarakat, tetapi juga memahami hubungan manusia dengan lingkungan, kegiatan ekonomi, kondisi geografis, serta perubahan sosial yang terjadi di sekitarnya. Pembelajaran IPS diharapkan dapat membentuk siswa menjadi individu yang memiliki kepedulian sosial, bertanggung jawab, dan mampu berinteraksi dengan masyarakat secara baik.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran IPS masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kegiatan belajar yang terlalu berpusat pada penjelasan guru dan penggunaan buku teks. Kondisi tersebut dapat membuat siswa lebih banyak menghafal materi daripada memahami hubungan antara materi pelajaran dan kehidupan sehari-hari. Padahal, banyak materi IPS yang dapat dipelajari melalui pengalaman langsung di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat.

Isu lingkungan juga menjadi salah satu persoalan yang relevan untuk dibahas dalam pembelajaran IPS saat ini. Permasalahan seperti sampah, berkurangnya ruang hijau, banjir, dan perubahan penggunaan lahan dapat dijadikan bahan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa. Melalui permasalahan tersebut, siswa dapat belajar mengenali kondisi lingkungan, memahami penyebab suatu masalah, dan mendiskusikan tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah pembelajaran IPS berbasis lingkungan sekitar. Dalam pendekatan ini, guru mengajak siswa mengamati keadaan lingkungan dan menghubungkannya dengan materi yang sedang dipelajari. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Berdasarkan uraian tersebut, artikel ini membahas penerapan pembelajaran IPS berbasis lingkungan sekitar, khususnya melalui kegiatan pengamatan kondisi geografis dan permasalahan lingkungan, sebagai upaya meningkatkan pemahaman sosial serta kepedulian lingkungan siswa sekolah dasar.

B. METODE PENULISAN

Artikel ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif. Studi pustaka dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber tertulis yang berkaitan dengan pembelajaran IPS di sekolah dasar, pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, serta penerapan pembelajaran kontekstual.

Sumber yang dikaji meliputi artikel jurnal ilmiah dan dokumen pendidikan yang relevan dengan topik pembahasan. Informasi dari berbagai sumber tersebut kemudian dipelajari, dibandingkan, dan disusun menjadi uraian mengenai manfaat, langkah penerapan, serta tantangan pembelajaran IPS berbasis lingkungan sekitar.

Artikel ini tidak menggunakan data hasil observasi atau wawancara langsung. Oleh karena itu, pembahasan disusun berdasarkan hasil kajian pustaka dan contoh penerapan yang dapat digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Pentingnya Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar

Pembelajaran IPS memiliki tujuan untuk membantu siswa memahami kehidupan sosial dan berbagai peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Materi IPS mencakup hubungan manusia dengan tempat dan lingkungan, perubahan kehidupan masyarakat, kegiatan ekonomi, serta keragaman sosial dan budaya.

Menurut Nasution, Suci, dan Rafiq (2023), ruang lingkup pembelajaran IPS di sekolah dasar berkaitan dengan manusia, tempat, lingkungan, waktu, perubahan, sistem sosial budaya, serta perilaku ekonomi dan kesejahteraan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa materi IPS sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan siswa. Contohnya, ketika mempelajari kegiatan ekonomi, siswa dapat mengenali pekerjaan orang-orang di sekitarnya, seperti pedagang, petani, nelayan, dan pengusaha. Ketika mempelajari kondisi geografis, siswa dapat mengamati bentuk permukaan bumi, sungai, pantai, dataran rendah, atau dataran tinggi yang terdapat di wilayahnya.

deskripsi gambar

Dengan menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman sehari-hari, siswa diharapkan lebih mudah memahami konsep IPS. Guru juga dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan mengamati, bertanya, menyampaikan pendapat, dan menghargai perbedaan di lingkungan masyarakat.

2. Isu Kekinian dalam Penerapan Pembelajaran IPS

Salah satu isu yang relevan dalam pembelajaran IPS saat ini adalah pentingnya meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Permasalahan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kondisi alam, tetapi juga berhubungan dengan perilaku manusia dan kehidupan sosial masyarakat.

Sebagai contoh, masalah sampah di lingkungan sekolah dapat dikaji melalui pembelajaran IPS. Siswa dapat mengamati kebiasaan membuang sampah, mengenali dampaknya terhadap kenyamanan lingkungan, serta mendiskusikan tanggung jawab warga sekolah dalam menjaga kebersihan.

Selain itu, perubahan kondisi geografis juga dapat menjadi bahan pembelajaran. Siswa dapat mempelajari bagaimana pembangunan permukiman, perubahan penggunaan lahan, atau berkurangnya daerah resapan air dapat memengaruhi kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar memahami hubungan antara aktivitas manusia dan kondisi lingkungan.

Isu lainnya adalah pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Guru dapat menggunakan peta digital, foto lingkungan, dan video edukasi untuk membantu siswa mengenali kondisi geografis suatu wilayah. Namun, penggunaan teknologi tetap perlu disesuaikan dengan usia siswa dan ketersediaan fasilitas sekolah.

Dengan demikian, pembelajaran IPS tidak hanya membahas konsep yang terdapat dalam buku, tetapi juga membantu siswa memahami persoalan nyata yang terjadi di masyarakat.

3. Penerapan Pembelajaran IPS Berbasis Pengamatan Lingkungan

Pembelajaran berbasis pengamatan lingkungan merupakan salah satu cara untuk membuat kegiatan belajar lebih kontekstual. Lingkungan sekitar dapat digunakan sebagai sumber belajar karena menyediakan berbagai contoh nyata yang berkaitan dengan materi IPS.

Penerapannya dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut.

Pertama, menentukan topik pembelajaran. Guru menentukan materi yang sesuai dengan kondisi lingkungan siswa, misalnya kondisi geografis wilayah tempat tinggal, kegiatan ekonomi masyarakat, interaksi sosial, atau kebersihan lingkungan sekolah.

Kedua, memberikan arahan kepada siswa. Sebelum melakukan pengamatan, guru menjelaskan tujuan kegiatan dan hal-hal yang perlu diperhatikan. Siswa dapat diberikan lembar pengamatan sederhana agar kegiatan lebih terarah.

Ketiga, melakukan pengamatan. Siswa mengamati lingkungan sekolah atau lingkungan sekitar yang aman dan mudah dijangkau. Misalnya, siswa mengamati jenis pekerjaan masyarakat, penggunaan lahan, kondisi saluran air, atau kebiasaan warga sekolah dalam menjaga kebersihan.

Keempat, mendiskusikan hasil pengamatan. Setelah kegiatan selesai, siswa mendiskusikan informasi yang diperoleh. Guru membimbing siswa untuk menghubungkan hasil pengamatan dengan konsep IPS yang sedang dipelajari.

Kelima, menyampaikan kesimpulan. Siswa menyampaikan hasil pengamatan melalui laporan sederhana, presentasi, gambar, atau peta lingkungan. Guru kemudian memberikan penguatan terhadap konsep yang telah dipelajari.

Melalui langkah-langkah tersebut, siswa diharapkan lebih aktif dalam pembelajaran. Mereka juga dapat belajar bekerja sama, bertukar pendapat, dan menyampaikan hasil pengamatan berdasarkan informasi yang ditemukan.

4. Contoh Penerapan pada Materi Geografis dan Lingkungan

Salah satu contoh penerapan pembelajaran IPS berbasis pengamatan dapat dilakukan pada materi kondisi geografis dan lingkungan sekitar.

deskripsi gambar

Guru dapat mengajak siswa kelas IV atau V mengamati lingkungan sekolah untuk mengenali penggunaan lahan, kondisi saluran air, lokasi tempat sampah, dan keberadaan tanaman. Jika memungkinkan, kegiatan dapat dilanjutkan dengan mengamati lingkungan sekitar sekolah bersama guru dan sesuai dengan ketentuan keselamatan.

Gambar 1. Ilustrasi kegiatan pembelajaran IPS di kelas dengan media peta dan gambar.

Setelah pengamatan, siswa diminta menjawab beberapa pertanyaan, seperti bagaimana kondisi lingkungan sekolah, apa saja bentuk pemanfaatan lahan yang ditemukan, dan tindakan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Sebagai contoh, apabila siswa menemukan sampah yang menumpuk di sekitar saluran air, guru dapat mengajak mereka mendiskusikan hubungan antara kebiasaan membuang sampah dan risiko terganggunya aliran air. Siswa juga dapat mengusulkan tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut menghubungkan materi geografis dengan perilaku sosial masyarakat. Siswa belajar bahwa kondisi lingkungan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alam, tetapi juga oleh aktivitas manusia.

Pengamatan juga dapat dilakukan pada materi kegiatan ekonomi. Siswa dapat mengamati pasar atau kegiatan perdagangan di lingkungan sekitar dengan pendampingan guru. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengenali peran penjual dan pembeli serta memahami kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

Dengan demikian, lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang membantu siswa memahami materi IPS secara lebih nyata dan sesuai dengan kehidupan mereka.

5. Manfaat Pembelajaran IPS Berbasis Lingkungan

Penerapan pembelajaran IPS berbasis lingkungan memiliki beberapa manfaat bagi siswa sekolah dasar.

Pertama, pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami karena siswa dapat melihat contoh nyata dari materi yang dipelajari. Konsep geografis, sosial, dan ekonomi tidak hanya dijelaskan melalui teori, tetapi juga dihubungkan dengan keadaan lingkungan.

Kedua, kegiatan pengamatan dapat mendorong keaktifan siswa. Siswa memiliki kesempatan untuk bertanya, mengumpulkan informasi, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat. Hal ini dapat membantu mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan berkomunikasi.

Ketiga, pembelajaran dapat menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan. Ketika siswa memahami permasalahan yang terjadi di sekitarnya, mereka dapat belajar mengenali tanggung jawabnya sebagai bagian dari masyarakat.

Keempat, kegiatan kelompok dapat melatih kerja sama dan sikap menghargai pendapat orang lain. Siswa belajar bahwa suatu permasalahan dapat dilihat dari berbagai sudut pandang sehingga penyelesaiannya membutuhkan pemikiran bersama.

Meskipun demikian, manfaat tersebut tidak muncul secara otomatis. Guru tetap perlu merencanakan kegiatan dengan baik, memberikan arahan yang jelas, dan melakukan penilaian terhadap proses serta hasil belajar siswa.

6. Tantangan dan Upaya Mengatasinya

Penerapan pembelajaran IPS berbasis lingkungan juga memiliki beberapa tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan waktu pembelajaran. Kegiatan pengamatan di luar kelas membutuhkan persiapan dan pengaturan waktu agar tidak mengganggu kegiatan belajar lainnya.

Selain itu, tidak semua sekolah memiliki lingkungan yang mudah digunakan sebagai sumber belajar. Kondisi cuaca, keamanan, keterbatasan fasilitas, dan jumlah siswa juga dapat memengaruhi pelaksanaan kegiatan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, guru dapat memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai pilihan utama. Pengamatan tidak harus dilakukan di tempat yang jauh karena halaman sekolah, taman, kantin, dan saluran air di sekitar sekolah dapat digunakan sebagai sumber belajar sesuai dengan materi.

Apabila kegiatan di luar kelas tidak memungkinkan, guru dapat menggunakan foto, video, peta, atau peta digital sebagai alternatif. Siswa tetap dapat berlatih mengamati, membandingkan informasi, dan menarik kesimpulan melalui media tersebut.

Guru juga perlu menyesuaikan tingkat kesulitan kegiatan dengan usia siswa. Pertanyaan pengamatan hendaknya dibuat sederhana, jelas, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dengan perencanaan yang baik, keterbatasan fasilitas tidak harus menjadi penghalang untuk melaksanakan pembelajaran IPS yang bermakna.

D. KESIMPULAN

Pembelajaran IPS di sekolah dasar perlu dikembangkan agar tidak hanya berpusat pada hafalan materi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar melalui kegiatan pengamatan, diskusi, dan penyampaian hasil pengamatan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat mempelajari kondisi geografis, kegiatan ekonomi, interaksi sosial, serta berbagai permasalahan lingkungan yang terjadi di masyarakat. Pembelajaran ini juga berpotensi mengembangkan keaktifan, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.

Guru memiliki peran penting dalam menentukan materi, merancang kegiatan, membimbing pengamatan, dan mengevaluasi hasil belajar. Oleh karena itu, penerapan pembelajaran IPS berbasis lingkungan perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah, karakteristik siswa, dan tujuan pembelajaran. Dengan cara ini, pembelajaran IPS diharapkan menjadi lebih kontekstual, menarik, dan bermanfaat bagi kehidupan siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, E. M., Suci, F. P., & Rafiq, M. (2023). Penerapan ruang lingkup pembelajaran IPS di sekolah dasar. PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat, 2(3), 188–193. https://doi.org/10.56832/pema.v2i3.305

Sutinah, C., Mahardhika, R. L., & Kartini, D. (2025). Panduan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS): Fase B dan C. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.

Karima, M. K., dkk. (2025). Pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar IPS di SD. RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 3(4), 29–41. https://doi.org/10.62383/risoma.v3i4.799

#Artikel#Study

Berita Terkait