PELAKSANAAN KEGIATAN PRAMUKA DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR

Arsy Hidauah
Abstrak
Pendidikan kepramukaan merupakan salah satu kegiatan yang dapat membantu membentuk karakter peserta didik di sekolah dasar. Melalui kegiatan Pramuka, siswa dapat belajar disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, mandiri, dan saling menghargai. Artikel ini disusun berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SDN 007 Tanjung Penyembal pada 19 Oktober 2026. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu pukul 14.00–17.00 WIB. Kegiatan yang dilakukan meliputi latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), tali-temali, semaphore, dan pengenalan sandi Morse. Namun, masih terdapat beberapa tantangan, seperti kurangnya minat sebagian siswa dan keterbatasan dukungan izin dari orang tua. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, pembina Pramuka, siswa, dan orang tua agar kegiatan Pramuka berjalan lebih baik.
Kata kunci: Pramuka, pendidikan karakter, peserta didik, sekolah dasar
1. Pendahuluan
Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam proses pendidikan di sekolah dasar. Pendidikan tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu kegiatan yang dapat mendukung pembentukan karakter adalah kegiatan Pramuka. Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar menaati aturan, bekerja sama dalam kelompok, menghargai teman, serta menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Kegiatan Pramuka juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui praktik secara langsung. Dengan demikian, nilai-nilai karakter tidak hanya dipelajari melalui teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Metode Penulisan
Artikel ini menggunakan metode deskriptif berdasarkan hasil observasi dan wawancara mengenai pelaksanaan kegiatan Pramuka di SDN 007 Tanjung Penyembal. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan kepala sekolah sebagai salah satu narasumber. Informasi yang diperoleh digunakan untuk menggambarkan kegiatan, sarana dan prasarana, sistem penilaian, serta tantangan dalam pelaksanaan kegiatan Pramuka.
3. Hasil dan Pembahasan
A. Pelaksanaan Kegiatan Pramuka
Berdasarkan hasil observasi, kegiatan Pramuka di SDN 007 Tanjung Penyembal dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu pukul 14.00–17.00 WIB. Kegiatan yang dilakukan antara lain Peraturan Baris-Berbaris (PBB), latihan tali-temali, semaphore, dan pengenalan sandi Morse.
Kegiatan tersebut bertujuan melatih kedisiplinan, keterampilan, konsentrasi, dan kerja sama siswa. Dalam pelaksanaannya, pembina memberikan materi dan contoh agar siswa lebih mudah memahami kegiatan yang dipelajari.
B. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang digunakan dalam kegiatan Pramuka meliputi tenda, tali, bendera Merah Putih, bendera Pramuka, tongkat, dan lapangan. Peralatan tersebut mendukung pelaksanaan latihan serta membantu siswa mempraktikkan keterampilan kepramukaan secara langsung.
Ketersediaan sarana dan prasarana perlu dijaga agar kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan efektif.
C. Penilaian Kegiatan Pramuka
Penilaian kegiatan Pramuka dilakukan dengan memperhatikan kehadiran, sikap, kepribadian, keterampilan, dan pengetahuan siswa. Penilaian tersebut penting untuk mengetahui perkembangan peserta didik selama mengikuti kegiatan.
Menurut pendapat saya, penilaian Pramuka sebaiknya tidak hanya berfokus pada kemampuan siswa menguasai materi, tetapi juga memperhatikan perubahan perilaku, seperti kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
D. Tantangan dalam Kegiatan Pramuka
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan kegiatan Pramuka, yaitu kurangnya minat sebagian siswa dan kurangnya dukungan izin dari orang tua. Selain itu, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami sandi Morse.
Tantangan tersebut memerlukan perhatian dari pihak sekolah dan pembina. Pembina dapat menggunakan metode latihan yang lebih menarik, memberikan contoh secara langsung, serta mengadakan permainan edukatif yang sesuai dengan usia siswa. Pihak sekolah juga perlu menjalin komunikasi dengan orang tua agar mereka memahami manfaat kegiatan Pramuka bagi perkembangan karakter anak.
E. Peran Pramuka dalam Membentuk Karakter
Kegiatan Pramuka dapat menjadi sarana untuk mengembangkan berbagai karakter positif pada siswa sekolah dasar.
- Disiplin, melalui kebiasaan hadir tepat waktu dan menaati aturan.
- Tanggung jawab, melalui pelaksanaan tugas yang diberikan oleh pembina.
- Gotong royong, melalui kegiatan kelompok dan saling membantu.
- Mandiri, melalui latihan keterampilan dan penyelesaian tugas.
- Kerja sama, melalui kegiatan yang membutuhkan kekompakan dan komunikasi.
Karakter tersebut perlu dibiasakan secara konsisten agar dapat diterapkan siswa, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
4. Saran untuk Pengembangan Kegiatan Pramuka
Menurut pendapat saya, kegiatan Pramuka di sekolah dasar perlu dikembangkan agar semakin menarik dan bermanfaat bagi siswa. Beberapa saran yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
Pertama, pembina dapat memberikan penghargaan sederhana kepada siswa yang rajin hadir, disiplin, dan aktif mengikuti latihan. Penghargaan tersebut dapat meningkatkan motivasi siswa.
Kedua, kegiatan latihan sebaiknya dikombinasikan dengan permainan edukatif, kerja kelompok, dan praktik langsung agar siswa tidak mudah bosan.
Ketiga, sekolah perlu menjalin komunikasi dengan orang tua untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat Pramuka dalam membentuk karakter anak.
Keempat, pembina perlu memberikan bimbingan secara bertahap kepada siswa yang mengalami kesulitan, misalnya dalam mempelajari sandi Morse dan semaphore.
Kelima, sekolah dan pembina perlu melakukan evaluasi secara berkala untuk mengetahui perkembangan siswa dan memperbaiki kegiatan yang belum berjalan secara optimal.
5. Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SDN 007 Tanjung Penyembal, kegiatan Pramuka memiliki peran penting dalam membantu membentuk karakter peserta didik di sekolah dasar. Kegiatan seperti PBB, tali-temali, semaphore, dan sandi Morse dapat melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kerja sama.
Meskipun demikian, pelaksanaan kegiatan Pramuka masih menghadapi tantangan, terutama kurangnya minat sebagian siswa dan dukungan izin dari orang tua. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, pembina, siswa, dan orang tua. Dengan kegiatan yang menarik, pembinaan yang konsisten, serta dukungan yang baik, Pramuka diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan karakter yang efektif.
Daftar Pustaka
Hasil observasi dan wawancara mengenai kegiatan Pramuka di SDN 007 Tanjung Penyembal. 19 Oktober 2026.



