PELAKSANAAN KEGIATAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SDIT ATH-THAARIQ 1

Rohimah Dzatir Rajwa
Rohimah Dzatir Rajwa¹
¹Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Terbuka, UPBJJ Pekanbaru, Jl. Arifin Ahmad No. 111, Pekanbaru
Email: dzatirajwa26@gmail.com
ABSTRAK
Pembentukan karakter siswa sangat penting, salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler, yaitu Pramuka. Kegiatan Pramuka merupakan salah satu kegiatan yang efektif karena mengajarkan siswa untuk mandiri, memiliki keberanian, ketangguhan, kerja sama, kedisiplinan, serta tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Pramuka di SDIT Ath-Thaariq 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara dan observasi dengan pembina Pramuka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT Ath-Thaariq 1 melaksanakan kegiatan Pramuka secara terpadu dan terarah. Pelaksanaan kegiatan dikemas melalui kegiatan rutin dan nonrutin. Kegiatan rutin meliputi mengenal salam Pramuka, menghafal Dwi Satya dan Dwi Darma, mewarnai lambang Pramuka, mengenal seragam dan atribut, serta PBB dasar. Sementara itu, kegiatan nonrutin meliputi Persari (Perkemahan Satu Hari) dan Pesta Siaga. Dengan demikian, kegiatan Pramuka di SDIT Ath-Thaariq 1 memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter siswa melalui penanaman nilai kerja sama, tanggung jawab, dan kedisiplinan.
Kata kunci: Kegiatan Kepramukaan, Pembentukan Karakter Siswa, Siswa SD, SDIT Ath-Thaariq 1.
ABSTRACT
Student character building is very important, one of which is through extracurricular activities such as scouting. Scouting activities are effective in teaching students independence, courage, resilience, cooperation, discipline, and responsibility. This study aims to determine the implementation of scouting activities at SDIT Ath-Thaariq 1. This research uses a descriptive qualitative approach through interviews and observations with scouting coaches.
The results indicate that SDIT Ath-Thaariq 1 carries out scouting activities in an integrated and structured manner. These activities are divided into routine and non-routine activities. Routine activities include learning scout greetings, memorizing Dwi Satya and Dwi Darma, coloring the scout symbol, getting to know uniforms and attributes, and practicing basic marching drills (PBB). Meanwhile, non-routine activities include a one-day camp (Persari) and a Siaga Party. Thus, scouting activities at SDIT Ath-Thaariq 1 make a positive contribution to student character development by fostering discipline, independence, and cooperation.
Keywords: Scouting Activities, Character Building, Elementary School Students, SDIT Ath-Thaariq 1.
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan aspek penting dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Pendidikan juga memiliki fungsi untuk membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang lebih baik, bermoral, berakhlak mulia, bertoleransi, tangguh, dan berperilaku baik. Karakter ini perlu ditanamkan sejak usia dini. Untuk membentuk karakter tersebut, diperlukan faktor-faktor pembentuk karakter yang bersumber dari agama, Pancasila, dan budaya. Pendidikan karakter dapat mendorong siswa untuk tumbuh menjadi lebih percaya diri dan mengembangkan keterampilan sesuai dengan nilai-nilai positif.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk membentuk karakter adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Kegiatan Pramuka dapat menghasilkan peserta didik yang berakhlak mulia. Selain itu, kegiatan ini dapat mengembangkan keterampilan dan sikap berorganisasi. Dalam kegiatan Pramuka, siswa dapat belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab.
Pramuka mempunyai landasan yang jelas dan memiliki tujuan untuk menanamkan karakter siswa. Hal ini terlihat dari proses kegiatannya yang progresif bagi siswa untuk mengembangkan pribadi secara fisik, nonfisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual. Oleh karena itu, Pramuka dijadikan ekstrakurikuler wajib sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014.
Pelaksanaan kegiatan Pramuka merupakan hal yang menarik untuk dibahas karena kegiatan ini dapat membantu siswa belajar secara langsung melalui pengalaman. Pembina Pramuka memiliki tugas untuk membimbing dan mengarahkan siswa agar dapat memahami serta melaksanakan kegiatan dengan baik.
Berdasarkan hal tersebut, artikel ini bertujuan membahas pelaksanaan kegiatan Pramuka sebagai upaya pembentukan karakter di SDIT Ath-Thaariq 1. Artikel ini berfokus pada pelaksanaan kegiatan Pramuka, yaitu kegiatan rutin dan nonrutin, peran pembina, serta tantangan yang dihadapi.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif menggambarkan data yang bersifat alamiah. Data tersebut didukung oleh wawancara serta artikel, jurnal, dan situs internet yang membantu penelitian.
Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan pembina Pramuka. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan rutin dan nonrutin, serta sistem penilaian pembina terhadap siswa dalam kegiatan Pramuka.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
1. Pelaksanaan Kegiatan Pramuka
Berdasarkan hasil wawancara, struktur organisasi kepengurusan Pramuka di SDIT Ath-Thaariq 1 terdiri atas Kamabigus dan pembina Pramuka. Kamabigus berperan memberikan arahan dalam kegiatan, sedangkan pembina Pramuka berperan melaksanakan kegiatan dan membimbing siswa dalam kegiatan Pramuka.
Kegiatan Pramuka dilaksanakan dua kali sebulan, yaitu pada minggu pertama dan kedua, setiap hari Kamis pukul 08.00 hingga 09.30 WIB.
Kegiatan Pramuka di sekolah tersebut terdiri atas dua jenis, yaitu kegiatan rutin dan nonrutin. Kegiatan rutin meliputi mengenal salam Pramuka, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan Mars dan Himne Pramuka, menghafal Dwi Satya dan Dwi Darma, mewarnai lambang Pramuka, mengenal seragam dan atribut, mengenal PBB dasar, mengenal empat sehat lima sempurna, mengenal arah mata angin, serta pengenalan simpul.
Sementara itu, kegiatan nonrutin meliputi Persari (Perkemahan Satu Hari) dan Pesta Siaga.
2. Sarana dan Sistem Penilaian
Sarana yang digunakan dalam kegiatan Pramuka meliputi tongkat, tali, stik, bendera semaphore, morse, tenda, dan terpal. Sarana atau perlengkapan tersebut dapat membantu siswa mengenali alat-alat yang digunakan dalam kegiatan Pramuka.
Selanjutnya, terkait sistem penilaian, pembina Pramuka menjelaskan bahwa penilaian keaktifan siswa dilihat dari berbagai aspek, yaitu kehadiran dalam mengikuti kegiatan, keaktifan saat berdiskusi atau mengelola kelompok, serta keterlibatan dalam mengikuti perlombaan.
3. Prestasi yang Diraih
Berdasarkan hasil wawancara, SDIT Ath-Thaariq 1 pernah meraih sejumlah kejuaraan dalam kegiatan Pramuka, seperti juara 2 tali-temali, juara 1 cerita bergambar, juara 2 kaligrafi, juara 1 baca puisi, juara 1 tahfiz, juara 2 dan 3 PBB, serta juara 2 yel-yel.
Kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi siswa dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memberikan motivasi kepada siswa dan menumbuhkan semangat berkompetisi.
4. Tantangan dalam Pelaksanaan Kegiatan Pramuka
Dalam pelaksanaan kegiatan Pramuka, pembina menjelaskan bahwa terdapat tantangan dan kendala di SDIT Ath-Thaariq 1. Tantangan tersebut meliputi menghadapi siswa yang sulit diatur, adanya perbedaan pendapat antara pembina, serta kurangnya kerja sama di antara para pembina. Hal ini menjadi tantangan dan kendala bagi sekolah dan pembina Pramuka.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan komunikasi dan kerja sama yang baik antarpembina. Setiap pembina perlu menyadari pentingnya saling membantu dalam pelaksanaan kegiatan dan menjalankan tugas sesuai dengan perannya. Dengan begitu, pembagian tugas dapat dilakukan secara adil dan tidak ada pihak yang merasa terbebani.
Pembahasan
Hasil penelitian menjelaskan bahwa kegiatan Pramuka memiliki kaitan dengan pembentukan karakter siswa melalui kegiatan PBB, kegiatan berkelompok, serta menghafal Dwi Satya dan Dwi Darma. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk belajar tentang pentingnya kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab.
Sekolah ini menjadikan ekstrakurikuler Pramuka sebagai kegiatan wajib yang harus diikuti oleh setiap siswa dan didukung oleh sarana serta fasilitas yang memadai. Hal ini menciptakan lingkungan yang baik untuk pendidikan karakter siswa.
Pembina Pramuka berperan penting dalam mendorong siswa agar lebih aktif mengikuti kegiatan dan membimbing mereka mempelajari keterampilan kepramukaan. Selain itu, pembina juga berperan menanamkan nilai-nilai positif melalui kegiatan Pramuka.
Namun, masih terdapat tantangan dan kendala dalam pelaksanaan kegiatan Pramuka, seperti menghadapi siswa yang sulit diatur, adanya perbedaan pendapat, serta kurangnya kerja sama antarpembina. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik antarpembina agar pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik, terpadu, dan terarah.
KESIMPULAN
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan Pramuka mempunyai peran penting dalam pembentukan karakter melalui serangkaian kegiatan yang dapat melatih kemandirian siswa, tanggung jawab, kekompakan, kerja sama, serta kedisiplinan.
Selain itu, sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka yang dijelaskan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pramuka Tahun 2013 Pasal 3, Pramuka juga dapat membentuk siswa agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, serta sehat jasmani dan rohani.
Peran pembina dan ketersediaan sarana yang baik juga menunjang perkembangan karakter siswa dalam kegiatan Pramuka. Pembina juga perlu meningkatkan kreativitasnya dalam merancang kegiatan yang lebih menarik dan menyenangkan.
Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan Pramuka perlu dikembangkan agar siswa dapat memperoleh pembelajaran melalui pengalaman langsung. Dukungan sekolah, pembina Pramuka, serta sarana yang memadai juga berperan penting agar kegiatan berjalan secara optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Kardilla. (2024). Peran Kepramukaan dalam Membentuk Karakter Siswa di Sekolah Dasar. Madrasah Ibtidaiyah Research Journal, 2(2), 146–152.
Siregar, A., Malau, R. D., Ritonga, R. S., & Siregar, F. S. (2024). Peran Ekstrakurikuler Kepramukaan dalam Pembentukan Karakter Siswa di Sekolah Dasar. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 2(3), 38–42.
Masrukhin, A. (2022). Pentingnya Pendidikan Karakter pada Anak. BINUS University Character Building Development Center.
Sutarno, dkk. (2026). Literasi Karakter dan Kepramukaan (Modul SPGK4105). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.



